Rabu, 04 Maret 2015

PASCA MASUKNYA PLN



Siapa yang tidak tahu dengan istilah PLN? Pasti kita sudah mengetahui apa kepanjangan dari PLN, yaitu Perusahaan Listrik Negara. Kabar yang disebarkan dari bulan Desember 2014 yang lalu akhirnya dapat terealisasi juga, meskipun tidak sesuai dengan janji pertama kalinya. Info pertama masuknya PLN, awal Januari 2015, akan tetapi terbukti akhir Januari 2015. Mungkin hal itu terjadi karena kendala-kendala dari yang bersangkutan, baik persediaan tiang yang akan dipasang, atau kemungkinan dari pekerjanya atau hal lain, yang pasti kita berpikir positif saja. Meskipun ada sedikit rasa kecewa menyelimuti hati sebagian orang, yah namanya juga manusia yang mempunyai hati yang sering diingkari dengan janji-janji. Untuk itu sebagai manusia yang baik, kalau kita berjanji kepada siapapun, harus berusaha kita tepati, jangan meremehkan janjimu. Dan jika kita berada pada kondisi orang yang diberi janji, kita juga harus berusaha berpikir positif seandainya orang tersebut mengingkari janji tersebut. Dengan begitu dirimu akan selalu merasa baik-baik saja. Lho, bagaimana kalau sering diingkari? Yah, untuk lain kali jangan mudah percaya lagi. Setuju tidak?!! Kita kembali ke masalah PLN yah...hehe
 Akhirnya PLN masuk juga ke kompleks perumahan saya berdomisili. Hore..hore..hore..hee..Alhamdulillah!!!...
Setelah masuknya aliran listrik PLN ke perumahan tersebut, ada hal yang tampak berbeda dari biasanya sebelum PLN masuk. Dan sekarang pengisian daya listriknya memakai sistem “pulsa”. Hal yang berbeda yang saya amati adalah, sekarang terlihat “penghematan” dalam pemakaian arus listrik. Dahulu, saat perumahan tersebut mendapatkan jatah listrik dari pihak tertentu, tampak pada malam hari kondisi seperti pada umumnya. Perumahan dan sekitarnya diterangi dengan listrik yang disediakan. Namun, sekarang terlihat tidak semua penerangan dihidupkan seperti dahulu, ada bagian-bagian tertentu yang tidak mendapatkan penerangan lagi atau dalam artian lain, tidak semua sumber arus listrik (lampu) dinyalakan baik yang terletak di perkantoran sekitar perumahan maupun dari setiap rumah-rumah yang ada di sana. Hal itu merupakan proses dari “penghematan”. Ditambah lagi proses pembayaran yang untuk saat ini ditanggung sendiri melalui pembayaran sistem pulsa. Kalau dahulu, kita bebas menggunakan arus listrik, tanpa harus melakukan penghematan, karena ditanggung oleh pihak tertentu, meskipun proses penyalaan dibatasi waktu. Dari ulasan kejadian ini, tampaklah sifat manusia yang selama ini secara sadar atau tidak terjadi pada kebanyakan kita bahwa dalam memanfaatkan sesuatu, baik itu benda, fasilitas, dan sebagainya yang disediakan secara gratis, kita sering bertindak sesuka kita tanpa berpikir dalam memanfaatkan yang telah tersedia tersebut. Berpikir, mungkin, dalam hal menghemat, menjaga atau tidak merusaknya. Sedangkan pada saat “sesuatu” itu benar-benar berasal dari kantong sendiri, baru kita berusaha untuk menjaganya. Untuk itu, marilah kita selalu membiasakan diri menjaga segala sesuatu yang telah disediakan bagi kita, baik bersifat umum atau pribadi. Sehingga kita memiliki sikap bertanggungjawab atas hal apa yang kita lakukan.
Kembali ke masalah “penghematan” listrik yang terjadi sekarang di perumahan tersebut. Kalau berbicara masalah “penghematan” itu tidak salah, malah menurut saya, berhemat merupakan hal yang baik. Ingatkan kata pepatah “Hemat Pangkal kaya”? Berhemat merupakan perbuatan yang baik, tapi yang perlu kita ketahui, bahwa berhemat itu bukan berarti pelit lho....nanti mentang-mentang mau berhemat, mau membeli atau melakukan sesuatu tidak jadi atau tidak boleh, kan mau berhemat ceritanya...hehee.... berhemat atau lebih sering disebut sederhana adalah membeli sesuatu sesuai kebutuhan, sedangkan pelit adalah tidak mau membeli, sekalipun untuk kebutuhan sendiri. Dalam hal ini kita patut meniru “cara ayam makan”. Coba kalau kita lihat ayam makan, meskipun diberi beras atau jagung sekarung, ayam hanya akan makan sesuai porsi temboloknya. Jadi, bagaimana mengetahui porsi “tembolok” masing-masing? Prinsipnya, adalah setiap kita harus bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
Berharap, dengan masuknya PLN, dapat memanfaatkannya untuk hal-hal yang berguna. Semangat! Hadirnya pelita, bisa membawa kemanfaatan tersendiri yang tentunya bernilai positif. J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar